Bukan Sekadar Angka! Mengenal "Desa Cantik", Rahasia Lombok Tengah Bangun Desa Lewat Data

Daftar Isi

 Desa Cantik Lombok Tengah, BPS Lombok Tengah, Pembangunan Desa 2026, Data Statistik Desa.

Halo warga mandalika! Pernah dengar istilah "Desa Cantik"? Kedengarannya seperti kontes kecantikan desa, ya? Tapi tunggu dulu, "Cantik" di sini punya arti yang jauh lebih keren, yaitu Cinta Statistik.

Baru saja, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama BPS (Badan Pusat Statistik) memperkuat kerja sama lewat pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Acara serunya digelar di Aula Kantor Desa Mertak Tombok pada Kamis (23/4/2026).

Siapa Saja Desa yang Terpilih?

Untuk tahun 2026 ini, ada tiga wilayah yang resmi menjadi "percontohan" atau desa binaan, yaitu:

  1. Kelurahan Praya

  2. Desa Montong Terep

  3. Desa Mertak Tombok

Tiga tempat ini akan menjadi ujung tombak dalam memperbaiki cara mengelola data di tingkat paling bawah.

Kenapa Harus "Cinta Statistik"?

Mungkin warga bertanya-tanya, "Apa pentingnya data buat orang desa?" Nah, Wakil Bupati kita, Dr. H. M. Nursiah, punya penjelasan yang sangat masuk akal.

Beliau menekankan kalau desa itu adalah sumber utama data. Kalau data di desanya sudah salah (misalnya data penerima bantuan atau data penduduk), maka kebijakan yang diambil pemerintah pusat atau kabupaten juga bisa salah sasaran.

"Pembangunan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat. Dengan begitu, setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tegas Pak Wabup.

Tantangan di Balik "Desa Cantik"

Tentu saja, mengubah desa menjadi melek data tidak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti:

  • Keterbatasan SDM: Belum semua perangkat desa terbiasa mengolah data secara statistik.

  • Standar Data: Terkadang format data antar desa berbeda-beda, sehingga sulit disatukan.

Inilah alasan program Desa Cantik hadir—untuk memberikan pendampingan dan pelatihan agar aparat desa semakin jago mengelola informasi.

Masa Depan Desa: Terarah dan Terintegrasi

Harapannya, melalui sinergi Pemkab dan BPS ini, desa-desa di Lombok Tengah tidak lagi meraba-raba dalam merencanakan pembangunan. Mereka bisa tahu pasti berapa jumlah warga yang butuh bantuan, potensi ekonomi apa yang harus dikembangkan, dan infrastruktur mana yang paling mendesak untuk dibangun berdasarkan data yang valid.

Jadi, kalau nanti ada petugas desa yang datang mendata dengan lebih detail, dukung ya warga! Karena dari data itulah kemajuan desa kita bermula.

Bagaimana pendapat kalian? Apakah desa kalian juga sudah siap jadi "Desa Cantik" berikutnya? Yuk, diskusi di bawah!

Posting Komentar